Pages

Tampilkan postingan dengan label tips dan trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips dan trik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 September 2013

Tips Menjadi Sponsor / Upline Yang Baik

Atau mungkin anda pernah menemukan sponsor anda di bisnis MLM yang tidak memotivasi anda, tidak membantu anda atau tidak memberikan apa yang menurut anda harus anda terima? Dan akhirnya bisnis MLM anda tidak berjalan dengan baik atau berjalan namun anda tidak mencapai hasil maksimal.


Itu hal yang manusiawi dan semua orang kebanyakan mengalami hal itu. Tetapi apakah anda pernah berpikir bahwa pekerjaan anda, hidup anda, mati anda, semua kesenangan anda adalah tanggung jawab anda sendiri? Jadi mengapa anda harus melihat ke luar dan bukan melihat ke dalam diri anda sendiri?

Melihat keluar adalah melihat apa yang orang lain lakukan kepada diri anda dan anda bereaksi negatif. Namun melihat ke dalam adalah melihat apa yang anda lakukan dan mencoba memperbaiki diri setiap hari agar output yang anda keluarkan menghasilkan hasil maksimal. Maka orang yang bekerja selalu pindah dengan alasan atasan tidak enak dan sebagainya atau sponsor anda tidak enak dan sebagainya hanya membuang waktu dan tidak membina diri sendiri.

Lalu bagaimana mengubah dari melihat keluar menjadi lebih melihat ke dalam?

1. Kembangkan hidup rohani anda. Hidup rohani mengajarkan hidup untuk melihat diri sendiri menjadi lebih baik untuk membantu dan mengasihi orang lain bukan sebaliknya. Memiliki spiritualitas yang baik membantu anda untuk selalu mengucap syukur atas apapun yang anda terima baik negatif atau positif dan memberikan reaksi positif dari reaksi apapun yang anda terima. Oleh karena itu kembangkan selalu spiritualitas diri anda.

2. Selalu mengucap syukur setiap hari ketika anda bangun tidur dan lihat diri anda lalu pikirkan apa yang dapat anda lakukan untuk membantu orang lain dengan diri anda? dengan mengucap syukur berarti anda menghargai diri anda sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada.

3. Lihat kekurangan diri anda. Semakin dalam anda melihat anda akan menemukan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Bahkan diri anda sendiri tidak akan mampu menjadi atasana atau sponsor yang baik seperti yang anda kritik kepada atasan atau sponsor anda. Jadi stop kritik atasan karena diri anda tidak lebih baik dari atasan dan sponsor anda.Bisa jadi anda lebih buruk darinya.

4. Mulai membenahi kekurangan diri anda sendiri agar orang lain dapat melihat bahwa anda memang memiliki kepribadian yang baik, bisa menjadi atasan yang baik dan sponsor yang baik. Hanya dengan membehani diri maka hal itu mudah diatasi.

5. Tetap rendah hati. Semakin padi berisi, maka pohonnya semakin merunduk karena dia tidak mau menojolklan diri. Namun tanaman padi yang tidak ada isinya akan menjulang keatas. Sama seperti gong yang tidak berisi akan bersuara nyaring, namun gentong berisi air akan bersuara kecil. Jadi rendahkan dirimu meski sudah mencapai posisi tinggi atau berhasil mencapai posisi yang anda inginkan.

Dengan menjalankan prinsip hidup yang baik, kepribadian anda akan baik dan semua orang akan tahu bahwa anda orang baik. Bagaimana diri anda? sudah menjadi bawahan yang baik atau sudah menjadi atasan dan sponsor yang baik? Jika belum, cobalah berubah dan yakin pasti anda akan mempunyai jaringan bisnis yang kuat

Tips Mengatasi Kendala Prospek Anda

Saya sangat paham bagi anda yang baru memulai mungkin ketika anda sudah melakukan presentasi,menyajikan bisnis anda kepada prospek anda,yang anda harapkan adalah mereka segera bergabung dengan anda,dengan bisnis anda tentunya.Tapi kenyataan dilapangan berdasarkan pengalaman saya selama 10 tahun menjalankan bisnis network marketing,mayoritas orang bergabung adalah melalui tindakan follow up,artinya ketika prospek anda selesai mendengarkan presentasi sangat kecil kemungkinan mereka langsung bergabung,mengapa?karena mereka memiliki kendala-kendala tentunya

Banyak teman-teman kita pada awalnya menganggap kendala yang dikeluarkan prospek  adalah sinyal dari penolakan,akhirnya mereka banyak yang sudah berkecil hati atau ketika prospek mengemukakan kendala banyak juga yang malah kebingungan bercampur takut bagaimana mengatasinya.Sekarang anda tidak perlu khawatir karena sebentar lagi saya akan share ke anda semua bagaimana caranya mengatasi kendala kendala yang dimuntahkan kepada anda.Anda siaaaap?

Oke,kabar baiknya adalah hampir semua kendala-kendala yang dikemukakan prospek anda adalah masalah yang itu itu saja,artinya ketika anda sudah mempraktekkan apa yang akan saya share dibawah ini anda sudah bisa mengatasi hampir semua kendala apapun yang prospek anda ajukan kepada anda nantinya

Baik,inilah beberapa kendala yang sering muncul dan cara mengatasinya :

Kendala MODAL & Berbagai macam Variasinya


Saya yakin inilah kendala pertama yang paling banyak anda temui. Jika prospek anda mengatakan hal ini ada beberapa kemungkinan,

Pertama..mereka belum terlalu jelas akan peluang yang anda sampaikan akan bermanfaat buat mereka artinya cara presentasi anda bisa anda perbaiki.

Kedua anda bisa katakan :
“Bapak/ibu kita disini kita bukan untuk membuang-buang uang justru saya mengajak bapak/ibu menjalankan ini untuk menghasilkan uang”

“Bapak/ibu diluar sana jika kita ingin mempunyai suatu bisnis tentu modalnya sangat besar,mungkin ibu tau bisnis atau usaha seperti apa yang saya maksud,nah di bisnis ini ibu bisa bandingkan hanya dengan sejumlah uang ini Bapak/ibu sudah bisa memiliki dan menjalankan bisnisnya dan selain itu bapak/ibu juga sudah memiliki sejumlah produk yang bisa bapak/ibu pakai sesuai kebutuhan bapak/ibu”

“Bapak/ibu di halaman depan saya memiliki sebuah mobil,jika hari ini saya jual kepada bapak ibu sampai jam 12 malam ini dengan harga hanya 10juta rupiah saja,kira-kira akankah bapak/ibu ambil? jawabnya adalah tentu,kenapa?karena jika bapak/ibu jual lagi dengan harga 15juta saja akan banyak orang yang berebut untuk membelinya,artinya bapak ibu sudah memiliki keuntungan 5 juta langsung hari ini,bahkan jika bapak/ibu tidak memiliki uang untuk membeli mobil saya. saya pastikan Bapak/ibu akan coba meminjam dulu ke orang lain,mengapa?karena Bapak/ibu sudah melihat POTENSI nya dengan membeli mobil dari saya…nah,pertanyaannya bisakah Bapak/ibu melihat POTENSI nya bisnis ini dan bagaimana seandainya ketika ibu mengambil peluang ini kemudian menjalankannya serius dalam waktu 2 tahun ke depan, ketika ibu berhasil,tentu hasilnya mungkin bukan hanya 1 mobil yang ibu bisa beli tetapi kehidupan bapak/ibu bisa berubah menjadi jauh lebih baik”

Jika Prospek anda kondisinya benar-benar tidak memiliki modal,dan anda lihat mereka memiliki keinginan yang kuat untuk maju anda bisa lakukan hal berikut
“Bapak/ibu mungkin bapak/ibu kenal beberapa orang yang kira-kira bisa kita tolong dengan produk kita,kita bisa datangi dan menawarkan manfaat dari produk ini untuk mengatasi masalah mereka”

Produknya Mahal


Sebenarnya mahal atau tidak itu relatif. Suatu produk atau jasa terasa mahal jika nilainya dirasa lebih kecil dari harganya dan jika nilai yang ditawarkan suatu produk lebih besar bahkan sangat besar dibandingkan harganya tentunya produk atau jasa akan kelihatan sangat murah. Artinya ketika anda mulai untuk melakukan presentasi seharusnya anda sudah tau nilai apa yang paling membedakan dari produk-produk lain dari bisnis/produk anda yang bisa memberikan manfaaat bagi prospek atau konsumen anda

sumber : di sini

Tips Membangun Networking

Untuk membangun networking, ada enam aturan yang perlu dipatuhi agar Anda tak dikenal sebagai pribadi yang mengesalkan, namun justru hadir sebagai sosok menyenangkan.
 
#1. Jangan pasif dan pendiam.Katakan sesuatu dengan sungguh-sungguh untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar berniat menjalin hubungan baru. Selain itu fokuslah pada orang-orang tertentu, daipada mencoba mengenal semua orang dan setelah itu Anda tak ingat satu pun dari mereka.
 
#2. Jangan pernah membahas gosip yang belum tentu terbukti kebenarannya. Jika Anda bicara pada orang yang salah, Anda akan dianggap sebagai orang yang sok tahu dan menyebarkan berita bohong.
 
#3. Jangan pelit membagi pengetahuan. Jika tak mau repot, buatlah blog dan berbagilah tentang pengalaman dan ilmu yang Anda miliki di sana.
 
#4. Bersikaplah penuh penghargaan terhadap orang lain, siapa pun itu. Jangan pernah berlaku buruk pada bawahan atau pun para junior Anda.
 
#5. Bersikaplah terbuka. Jika bertemu dengan seseorang dan terkesan dengan performance-nya, tak ada salahnya memberikan pujian padanya.
 
#6. Hindari sikap terlalu efisien. Bangunlah koneksi secara personal dan tulus. Sesekali tak ada salahnya menyempatkan diri menyapa klien dengan mengirim e-mail pribadi, daripada berkomunikasi di milis.



sumber : di sini

Tips Jitu Dalam Prospek

Artikel, siaran pers, video, blog Anda, media sosial - semuanya bekerja sama untuk membantu Anda secara bertahap membangun kehadiran online yang kuat. Anda harus bekerja setiap hari membangun eksistensi Anda di Internet.

Semakin konten Anda bernilai, semakin Anda diterima, dan semakin mudah Anda melakukan tugas berikutnya, yaitu mendapatkan prospek yang menghubungi Anda melalui email atau telepon!

Ketika Anda akhirnya berbicara dengan prospek, mereka sudah mengetahui Anda dan mempercayai Anda melalui eksistensi online Anda, dan yang tinggal benar-benar perlu Anda lakukan pada saat itu adalah menarik penjualan dengan kalimat atau kata-kata seperti...

"Mari kita mulai!"

Itu bahkan bukan pertanyaan. Anda sedang mengarahkan mereka, mengatakan kepada mereka apa yang harus dilakukan - membimbing mereka bersama-sama untuk mengisi formulir pendaftaran. Mereka yang menjual diri mereka untuk bekerja dengan Anda.

Tidak ada "penjualan" yang berlangsung pada saat itu. Anda sudah melalui tahap tersebut diawal secara otomatis.

Banyak pemasar jaringan melalui bagian ini dengan salah. Mereka berjuang dan mendorong dan (mari kita jujur ​​di sini) memanipulasi... mencoba untuk memaksa melalui penjualan. Dan semakin mereka mendorong, semakin prospek berjalan ke arah yang berlawanan, karena mereka membenci untuk "dijual".

Kita semua benci untuk dijual. Jadi... lupakan semua itu. Dan mari berfokus pada:

A) Memberikan nilai... nilai MASSIVE, terus menerus dan konsisten (seperti yang saya selalu katakan, "mempelajari sesuatu, kemudian menyebarkannya"),

B) Sajikan diri Anda sebagai Pemimpin seperti yang prospek Anda sedang cari,

C) Terakhir tapi bukan sebagai akhir... buka mata Anda untuk melihat kebutuhan dan keinginan prospek, atau tutup mata Anda sendiri dan sebagai gantinya, benar-benar memperhatikan kebutuhan prospek Anda dan keinginan. (Percayalah, mereka akan dapat membedakannya!)

Lakukan ini, dan Anda akan berada di jalan untuk menjadi Master Marketer yang hebat.
sumber : di sini

Tips Bagaimana Cara Mengetahui Bisnis MLM yang Bukan Money Game?

Tidak dapat dipungkiri atmosfer bisnis di Indonesia bisnis MLM masih dipandang dengan aura negatif. Padahal di luar negeri lebih tepatnya di Amerika Serikat (AS) bisnis MLM sudah diakui serta dianggap mampu menjadi solusi permasalahan krisis global. Namun, karena beberapa oknum yang memanfaatkan bisnis MLM dengan cara easy money yang membuat opini publik layaknya “ongkang-ongkang dapat uang” justru menjadikan citra negatif bisnis MLM yang ternyata money game. Tentu anda harus berhati-hati dengan bisnis money game ini yang justru akan merugikan anda.

Lalu, Bagaimanakah cara mengetahui bisnis MLM yang bukan money game? Menurut Febry Arsianto, dari Synergy Worldwide, sebelum mengikuti sebuah MLM Anda harus berhati-hati. Itu lantaran banyak sekali penawaran ala MLM, namun ternyata money game, baik dengan skema ponzi maupun piramid. Febry menjelaskan bahwa sebelum bergabung di sebuah MLM perhatikan point-point berikut ini :

Pertama, Anda harus tahu apakah MLM tersebut memiliki Surat Izin Usaha Penjualan Langsung yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan.
“Sebaiknya, perusahaan MLM tersebut juga merupakan anggota APLI atau Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia,” tegas Febry. "Karena dengan menjadi anggota APLI, kami bisa benar-benar mengawasi perusahaan tersebut supaya tidak keluar dari jalurnya."
Lalu, Febry juga mengimbau agar Anda waspada dan paham skema bisnis MLM tersebut. “Ikut MLM tentu harus bekerja. Dari mulai membangun jaringan, retail produk dan sebagainya untuk mendapatkan uang,” kata Febry. “Berbeda dengan money game di mana Anda memberikan uang, lalu tanpa berbuat apa-apa. Anda mendapatkan uang, alias easy money. Anda sebagai investor umumnya tidak tahu dan tidak mau tahu dari mana perusahaan tersebut membayarkan keuntungan.”

Kedua, dari pengamatan Febry, MLM berindikasi money game cenderung tidak memiliki produk yang jelas. Biasanya, Anda dijanjikan sebuah hasil investasi yang jauh lebih tinggi dari keuntungan bisnis riil, atau bila Anda berinivestasi di sekuritas, perbankan maupun investment banking.
“Hal ini berbeda dengan MLM yang sesungguhnya, yaitu memiliki produk jelas dan bisa dipakai anggota MLM itu sendiri,” tegas Febry.
Semoga setelah membaca artikel ini anda menjadi lebih waspada antara MLM yang menguntungkan atau hanya sekedar MLM yang menggunakan cara-cara money game. Semoga bermanfaat

sumber : di sini

Kamis, 12 September 2013

TRIK Sukses Dengan Punya Teman Banyak

Zaman dulu, orang bilang kalau mau sukses harus sekolah yang pinter. Zaman udah berubah, Gan!
Banyak banget orang pinter, yang sekolahnya ranking 1, IPK lulus kuliahnya 4.0 tapi begitu terjun ke masyakarat, ehhh ngga jadi siapa-siapa. Mereka malah ‘tenggelam’ dan karirnya malah kalah sama yang mungkin dulunya pas sekolah bandel. 
Kok bisa? Karena ternyata zaman beneran udah berubah. Orang yang punya teman banyaklah yang punya kesempatan untuk sukses lebih tinggi dibandingkan mereka yang ngga punya banyak teman. Kenapa? Karena mana ada Superman di dunia ini, ngga ada satupun orang yang bisa sukses tanpa bantuan orang lain. Nah, semakin kita punya banyak teman, semakin banyak yang ingin membantu kita dalam meraih apa yang kita inginkan; namanya juga teman.. mereka mau bantu kita. (Kalau mereka ngga mau bantu dan malah menjegal, ya bukan teman namanya!)
 
Keliatannya simple ya, punya banyak teman = bisa sukses. Tapi sebenarnya ini mengandung sebuah arti yang ‘dalem’. Kita harus punya karakter yang baik. Iya dong, mana ada orang yang ngga belagu, pelit, nyebelin yang punya banyak teman? Coba aja perhatiin deh, orang yang punya banyak teman, mereka biasanya adalah orang-orang yang murah senyum, sopan, baik, rendah hati (humble), ngga pelit, berpikiran terbuka, ngga sombong, dan ngga pilih-pilih teman. Mereka ngga berteman berdasarkan ras, agama, terlebih status sosial atau tingkat pendidikan seseorang!
 
Nah satu hal yang saya dapatkan dari best friend saya, Yance Muchtar, dalam menjalin pertemanan adalah ketulusan. Kalau berteman itu harus tulus. Jangan pas ada maunya aja baru hubungin orang itu. Itu mah bukan teman namanya! Dari waktu ke waktu, coba deh untuk sms/bbm/whats app, atau telp, email orang tersebut. Sekarang tekonologi sudah membuat itu semua menjadi possible. Ngga sempet ketemuan, kan bisa hubungi lewat ponsel/laptop? Memang sih, kalau ada waktu, masih lebih baik untuk ajak ketemuan, mungkin untuk lunch, dinner, atau sekadar ngopi-ngopi.
 
Saya sudah punya banyak bisnis yang semuanya berawal dari pertemanan. Dan saya masih punya ‘jutaan’ teman yang hingga saat ini tidak ada jalinan bisnis. Hobi saya berteman. Saya ngga pilih-pilih teman. Dan saya ngga pernah berteman karena ada maunya. 
  
Trust me, lebih banyak untungnya punya teman banyak daripada punya teman sedikit. Kalau bisa punya teman banyak, kenapa mesti dibatesin jumlah temannya?


Source : http://www.unikaneh.com/2013/09/trik-sukses-dengan-punya-teman-banyak.html#ixzz2ecDAT0VV

playlist